Riza ingatkan soal perasaan terkait usaha makanan Padang bermenu babi
coffe

Riza ingatkan soal perasaan terkait usaha makanan Padang bermenu babi

Jakarta (ANTARA) –

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan pengusaha makanan Padang yang menyediakan menu daging babi terkait perasaan berbagai pihak.

Meski demikian, mantan anggota DPR itu tidak melarang adanya kreativitas yang datang dari masyarakat termasuk daging babi yang dimasak dengan bumbu khas Minang.


“Kalau mau ada kreativitas itu boleh tapi jangan sampai melukai yang lain, nanti dikhawatirkan kalau di restoran Padang itu orang makan, enggak taunya haram,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Riza mengaku heran dengan adanya rumah makan atau usaha makanan Minang dengan menu daging babi, mengingat biasanya restoran dengan bumbu khas itu dikenal dengan menu makanannya yang halal.


Sorotan

Sebelumnya, munculnya usaha kuliner khas Minangkabau yang menjual menu rendang babi ramai di media sosial (medsos). Usaha kuliner itu disebut berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hal ini juga menyita perhatian berbagai kalangan, termasuk dua anggota DPR RI asal Sumatera Barat  Andre Rosiade dan Guspardi Gaus. Mereka mengkritik usaha kuliner khas Minang yang menjual menu rendang

berbahan daging babi.

Andre mengungkapkan bahwa usaha kuliner itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat Minang karena menjual makanan yang diolah dari daging babi.

Ia menyampaikan, banyak masyarakat Minang yang protes dengan rendang babi. Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu mengimbau usaha kuliner tersebut menghilangkan unsur Minang dan tak lagi menjual rendang babi.

Ia mengingatkan bahwa menjual rendang babi tidak sesuai dengan nilai-nilai Minangkabau yang memiliki filosofi tradisional “basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang identik dengan nilai-nilai Islam.

Menurut Waketum Gerindra itu, rendang merupakan makanan khas Minang sehingga tidak bisa dipisahkan dari falsafah tersebut.

“Sedangkan yang bersangkutan menjual nilai babi, tentu tidak identik dengan nilai nilai Minangkabau,” katanya.

Dia mengimbau kepada pengusahanya untuk mengganti nama restorannya dan jangan menjual rendang babi. “Rendang itu makanan khas Minang. Untuk itu kami mengimbau, tidak usah memproduksi rendang babi,” ujar Andre.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
HAK CIPTA © ANTARA 2022

pengeluaran sg pada selagi ini menjadi tidak benar satu pasaran yang paling banyak digemari dan mainkan oleh para bettor online yang ada di dunia maya pada waktu ini, perihal itu tidaklah mengherankan karena hanya dengan modal kecil kami telah dapat meraup banyak keuntungan maka dari itu kita sediakan info togel singapore